Sudut (c) 2009, Zerou K.
Varg's POV
Sudut
Kalo bicara mengenai sudut, yang paling teringat pertama kali pasti matematika dan fisika. Siapa sih yang tak tahu sudut lancip, tumpul juga tegak lurus? Aa, cuman orang yang gak pernah belajar, Hal paling menyebalkan adalah menghafal sinus, cosinus dan tangan, eh tangen! Kalau tak ada hafalan asintako atau aku lebih suka yang ini, kotangsial, sampai mati pun hal itu hanya akan jalan-jalan di sekitar telinga. Nah, apa sih istimewanya sudut?
"Sudut itu pertemuan antara 2 garis. Seperti jodoh 'kan?"
Jangan mimpi! Coba ibaratkan 2 motor bertemu di persimpangan, jadi tabrakan! Apa itu juga bisa dibilang jodoh? Kayak orang bodoh saja...
"Kau yang bodoh, Varg. Sudut 'kan interpretasinya memang banyak."
Umm... atau begini. Di wilayah tenggara sana pernah ada film begini, 'Kalau kursi dihadapkan ke sudut tembok, maka akan muncul hantu perempuan! Aku jadi penasaran, nih...
"Eh... hei... bohongan kan?
Mana kutahu, kan belum coba.
"Ee... oke, sudut lain nih. Sudut itu tempat orang termenung."
Bukan termenung, bodoh. Tapi, terlupakan! Hahahaha!! Mungkin hantu perempuan itu juga muncul gara-gara kesepian, hahaha...
"Jangan cerita soal hantu-hantuan lagi! Aku 'kan err... sedikit takut..."
Kenapa harus takut? Kupikir hantu perempuan itu cukup menyenangkan.
"Ma... maksudmu..?"
Hantunya beneran muncul tuh, lagi duduk di pojokan. Dia suka ngobrol, katanya pingin kenalan denganmu.
"GYAAA!!"
~fin
- Location:warnet, gak lain gak bukan
- Mood:
chipper - Music:Gurren Laggan - Sorairo Days
Titik ©2009, Zerou K.
Titik
Eh, eh, Varg... bicara mengenai titik, aku menyadari satu hal.
"Apa? Soal kau memutuskan jadi vampir pada akhirnya?"
Bukan itu, bisa tidak sih serius sedikit?
Ternyata titik itu sebuah lingkaran super kecil yah? Sebesar apapun asalkan tak ada lingkaran lain di dalamnya, bisa disebut titik juga.
"Maksudmu?"
Sadar tidak sih? Coba kamu menulis, bukankah titik yang dihasilkan selalu lingkaran? Kenapa tidak persegi saja? Atau segitiga? Buikankah kalau menulis bagian ujung... umm... maksudku kalo ingin menebalkan, lebih mudah memakai bagian yang tajam? Lingkaran itu melengkung, pastilah sulit jika ingin memenuhi sudut.
Kalau lebih diperluas, bumi itu juga sebuah titik raksasa kan? Setidaknya bagi Tuhan itu tetap kecil. Jika tidak melihat bentuk 3 dimensinya, bumi itu lingkaran. Matahari, bulan, atau planet lain sama bukan?
Kita tak hanya berawal dari titik, tapi berada dalam titik itu juga.
"Tapi, buatku titik itu tetap pengakhiran."
Kenapa? Karena semuanya pasti berakhir dengan titik?
"Yep, intinya sih begitu. Bagiku titik itu akhir, bukan awal. Dalam menulis, titik selalu di akhir kalimat. Kematian juga selalu diartikan sebuah titik."
Tapi, titik tak harus di akhir kan? Titik juga kadang muncul di awal kal--
"Dan paling penting adalah aku sangat menantikan kau jadi vampir."
Kali ini aku harus menghajarnya.
~fin
Character: Xavia Draen & Varg Nunzio
Saia sama sekali gak nyangka, setelah 2 hari menemukan ide macam itu, malah bikin sekuelnya Kamis malam sebelum tidur. Sadar kalo titik itu lingkaran gara2 gambar di atas itu. Harusnya kalo hanya ini sadar dari dulu yah?
Otak manusia itu hebat yah? Terkadang bisa mikir hal gak jelas gini tapi bisa dinalar. Mana saia malah minat bikin fic kayak gini lagi... Di pojokan meja udah ada beberapa tuh.
Aa... terima komentar atu pertanyaan apapun
Tambahan: mungkin ada yg berpendapat titik itu kotak, tapi buat saia titik itu tetep lingkaran
- Location:warnet, gak lain gak bukan
- Mood:
energetic - Music:SID - Orion
Kata orang, titik itu permulaan dari segala hal.
Aku mencoba menelaah kalimat itu. Dari hal paling sederhana, aku mencoba menulis. Ah, memang berawal dari titik dan berakhir dengan titik pula. Saat menarik garis, awalnya dari sebuah titik, ujungnya juga titik. Kalau begitu awalnya aku adalah titik kecil yang kasat mata, yang perlu alat bantu untuk melihatnya. Menurut teori-teori pembentukan Bumi juga sama. Terbentuk dari sebuah titik yang kemudian menarik partikel-partikel di sekitarnya.
Titik dari kumpulan titik membentuk segala hal. Garis kehidupan atau mudahnya takdir juga berawal dari titik 'kan? Titik itu berasal dari garis takdir yang menentukan hidup. Kalau skenario hidup kita berakhir, garis itu kembali pada titik henti.
Aku terlahir dari titik kecil. Lalu, apakah kalau aku mati akan kembali pada titik itu semula?
"Kalau mau mati kembali seperti titik itu, kau cukup jadi vampir."
Eh? Kenapa?
"Kau tahu apa kelemahan vampir?"
Umm... menurut buku yang pernah aku baca, mereka takut salib, bawang putih dan.. err..
"Cahaya mataharu, Xavia. Bukankah mereka jadi pasir kalau terkena itu?"
Ah, jadi maksudmu... pasir itu titik?
"Memangnya apalagi? Berawal dari titik dan berakhir dengan titik 'kan? Bukankah itu cara tercepat kembali menjadi titik daripada mati membusuk di tanah?"
Rasanya aku ingin memukul orang ini.
~fin
Claimer: Zerou Kobayakawa
Rated/Genre: K/General
Lagi-lagi bikin fiksi gak jelas gini. Lagi pula apa maksudnya titik coba?
Inspirasi muncul saat tarawih kemaren, sebenernya masih adalagi ide yang muncul pas tarawih, intinya sih gak jauh besa, ntar saia bikin deh dengan tokoh Xavia dan satu orang lagi yang namanya bakal keluar kalo cerita udah jadi
Kalo ini gambar, saia bilang doodle
- Location:warnet, di luar ujan
- Mood:
happy - Music:jigoku shoujo futakomori - nightmare
Upaya Penyembuhan
Sejak tahun 1950-an sudah ditemukan obat bagi penderita schizophrenia. Neuroleptics mampu mengurangi gejala kegilaan yang muncul pada penderita. Obat schizophrenia versi lama hanya menyembuhkan gejala positif schizophrenia, seperti gampang mengamuk dan gemar berteriak. Sayangnya obat tersebut tidak menyembuhkan gejala negatif schizophrenia. Penderita yang mengkonsumsi obat versi lama masih sering tampak bengong dan gemar melamun.
( Read more... )
- Location:warnet, di luar ujan
- Mood:
sleepy - Music:Gurren Laggan - Sorairo Days
Jenis Schizophrenia
Jenis schizophrenia diadasarkan pengelompokkan pasien dengan gejala yang sama. Ada beberapa jenis dari schizophrenia :
- Location:warnet, di luar ujan
- Mood:
envious - Music:Gundam_00_Second_Season_-_Unlimited_Sky
Gejala-gejala mengidap Schizophrenia
Gejala-gejala schizophrenia umumnya bisa dibagi menjadi dua kelas:
- Location:warnet
- Mood:
touched - Music:Gundam 00 2nd season- Namida no Mukou
Faktor-faktor Penyebab Schizophrenia
Meskipun penyebab spesifik schizophrenia tidak diketahui, kekacauan ini jelas mempunyai dasar biologi. Namun dari sisi psikologispun mempengaruhi terjadinya penyakit ini pada diri seseorang. Berikut ini faktor-faktor penyebab seseorang mengidap schizophrenia :
- Location:warnet
- Mood:
giddy - Music:Gundam 00 - Hakanaku mo towa no kanashi
Schizophrenia terjadi pada laki-laki dan perempuan, walaupun biasanya muncul lebih awal pada laki-laki berusia 16 – 25 tahun adalah permulaan bagi laki-laki dan untuk perempuan usia 26 – 32 tahun.
Prevelensi schizophreniaseumur hidup dengan mengalami penyakit tersebut setiap saat umumnya sebesar 1 %. Namun, tahun 2002 banyak studi yang menemukan prevelensi seumur hidup. Sebesar 0,55 %. Meskipun hikmah schizophrenia yang terjadi pada tingkat yang sama diseluruh dunia, dengan prevalensi bervariasi pula. Schizophrenia dikenal menjadi penyebab utama cacat. Pada studi 1999 sebuah studi dari 14 negara, gila telah menjadi perangkat ketiga setelah quadriplegia dan singkat akal di depan paraplegia dan kebutaan.
- Location:warnet
- Mood:
chipper - Music:Gundam 00 - Friends.
Sindrom schizophrenia adalah pemikiran langka dalam catatan sejarah sebelum tahun 1800-an, meskipun laporan yang irasional, tidak dapat dipahami, atau tak terkendali oleh perilaku yang umum. Telah terjadi interpelasi singkat pada catatan Mesir Kuno Eber pohon lontar Mei menyiratkan schizophrenia, Literatur Yunani dan Roma Kuno menunjukkan bahwa telah ada penjelasan mengenai schizophrenia tapi tidak ada rincian kondisi yang tepat pada penderita. Aneh, Gila, kepercayaan dan perilaku yang mirip dengan gejala-gejala schizophrenia telah dilaporkan dalam literatur medis dan psikologis berbahasa Arab selama abad pertengahan.
( Read more... )
- Location:warnet
- Mood:
cheerful - Music:Gintama_-_Shura
Istilah schizophrenia berasal dari bahasa Yunani yaitu schizein dan phren. Schizen artinya untuk memecah, sedangkan phren artinya pikiran, sehingga dapat diartikan bahwa schizophrenia adalah kekacauan otak yang diartikan abnormalitas dalam persepsi atau ekspresi dari kenyataan. Istilah ini diciptakan oleh Eugen Bleuler (1857 – 1939) pada tahun 1908.
( Read more... )- Location:warnet
- Mood:
giggly - Music:SPEED OF FLOW tv rip - Gintama
Schizophrenia adalah penyakit otak yang sanggup merusak dan menghancurkan emosi. Masyarakat awam lebih mengenal penyakit ini dengan sebutan sakit jiwa atau gila. Seseorang dapat dikatakan terkena schizophrenia jika batasan dan pertimbangan mereka terhadap realitas berubah, dengan kata lain kesadaran mereka berubah, bukan menurun seperti orang yang gegar otak.
Berikut ringkasan lebih jauh mengenai Schizophrenia:
- Definisi
- Sejarah
- Epidermiologi
- Faktor-faktor Penyebab Schizophrenia
- Gejala-gejala Mengidap Schizophrenia
- Jenis Schizophrenia
- Upaya Penyembuhan
Semoga berguna :D
Regard,
Zerou
- Location:warnet
- Mood:
okay - Music:Kasanaru Kage - Gintama OP 4
- Location:warnet perpus
- Mood:
crazy - Music:Natsume Yuujinchou - Issei no Sei
Kalau kamu ditanya, “Apa warna cinta?”
Apa jawabanmu? Pink? Merah? Kuning? Biru muda?
Hm, kalau menurutku, cinta itu warnanya putih
Putih?
Putih, ya putih saja
Di atas putih, warna seperti apa pun… sehalus dan sesamar apa pun, pasti akan tampak dengan jelas
Semburat pink yang kadang nampak kadang tidak itu muncul ketika doki-doki waktu bertemu dengan orang yang dicintai
Garis keunguan itu adalah rasa rindu dan kesepian
Yang merah sekali itu saat sedang bertengkar karena cemburu
Yang kuning berpendar di pojok itu berisi tawa dan senyumnya
Sedangkan yang biru dan agak susah hilangnya ini ditinggalkan oleh air mata saat berpisah
Kadang yang terakhir ini butuh waktu lama sekali untuk luntur
Tapi, suatu hari nanti, segelap apa pun tampaknya sekarang
Suatu hari nanti, pasti akan ada warna lain yang menyaputnya
Nah, bukankah cinta itu seperti itu?
Penuh emosi
Marah, senang, sedih, dan bahagia, kadang tidak jelas mana di atas mana
Dan betapa pun besarnya usaha untuk menyembunyikan perasaan itu
Karena cinta warnanya putih, pasti akan kelihatan juga
Animonster #71 Feb 2005 – Godday, Monsters! (Sono Toki, HEART wa nusumeta by Suppi-chan)
- Location:warnet perpus
- Mood:
blank - Music:SID _ Shiroi Blouse Kawai Hito
Rintik hujan di balik jendela terdengar seakan simfoni dentang piano
Denting seirama membentuk nyanyian
Mengiring masuk dalam alam ketenangan
Pengiring tidur alami
Di balik kaca terbentur desakan air mata langit,
Di seberang jalur lintas umum,
Di bawah perlindungan halte bus,
Seorang gadis terduduk sembari menatap angkasa sesekali
Menunggu rengekan sang mega terhenti,
Menunggu orkestra sang maestro–Tuhan selesai,
Bagian hitam mata ini tertuju padanya
xxx
Lagu pengantar tidur tidak bosan mengalun
Semenjak fajar tersentak bangun beberapa jam lalu
Menemani kemalasan masuk dalam diri
Termenung memandang titik-titik air menyapu semesta
Beralih sudut tatap menuju halte
Gadis itu kembali menanti hari ini
Menunggu busur langit tiba
Menunggu bahagia mentari
Masih membius jaringan koordinasi tubuh
Mencoret keingintahuan pada gadis itu
xxx
Bunyi tetes pada genangan menimbulkan riak
Merembes perlahan lembar katun putih
Menusuk dingin kulit lapisan atas
Berdentang ketika memantul bentangan pelindung hujan
Hari ini,
Gadis itu kembali mengganjal pandangan
Langkah lurus menuju sisi sang gadis
Menutup payung dan meneteskan air
Duduk di sisi kanan gadis
.
“Menunggu reda?”
“Bukan.”
“Lalu?”
“Aku menanti langit selesai bersedih,” ujarnya,”Senyum mentari yang kutunggu.”
.
Membelokkan tatapan pada mega
Rintiknya mulai menghilang
Secercah cahaya menembus mendung sang awan
Menerobos sela-sela gumpalan kehitaman
.
“Boleh tahu namamu?”
Tubuhnya tersentak,
Senyum simpul berkembang
“Tentu.”
.
~fin
Menanti Senyum Matahari © 2009, Zerou K.
Dedicated: Orerin*Orange-Maple*
Genre: Drama/Poetry
Rated: K untuk ceritanya, T untuk bahasanya
- Location:Warnet lola
- Mood:
beri saia makan... - Music:Mr. Raindrop - OST Gintama
